Go

Perbedaan Antara Kamus dan Tesaurus

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada July 10th at 7:58pm
Share :

Kamus dan tesaurus merupakan sumber referensi untuk mendapatkan informasi suatu kata. Pastinya kita pernah mendengar Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Tesaurus Bahasa Indonesia. Lantas apa perbedaanya? Untuk lebih jelasnya silahkan simak perbedaan antara kamus dan tesaurus di bawah ini.

A. Kamus

Kamus adalah buku referensi untuk mendapatkan informasi suatu kata yang memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Kamus termasuk buku referensi yang berisi kata-kata atau gabungan kata dari suatu bahasa yang disusun secara alfabetis;

  2. Kata-kata tersebut diberi keterangan tentang kelas kata (kata benda, sifat, kerja, dll), makna dan contoh penggunaannya;

  3. Kata itu selain diberi keterangan maknanya, juga diberi keterangan tentang cara mengucapkannya, ejaannya, dan pelbagai hal lain seperti asal-usul kata (etimologi), dan informasi tentang baku dan tidaknya sebuah kata

  4. Keterangan tentang makna itu diberikan juga dalam bahasa lain.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kamus berfokus kepada satu kata tertentu, misalnya saat menjelaskan kata “mata” maka kamus akan menjelaskan secara rinci makna dari mata, baik sebagai kata benda, kata sifat, atau kata kerja (jika ada). Selain itu, kita juga bisa mengetahui sub lema atau kata turunan dari “mata”, seperti idiom, peribahasa, frasa, dan lain sebagainya, misalnya “main mata”, “mata angin” dan “mata pencaharian”. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat arti kata “mata” di dalam KBBI di bawah ini.

Dari penjelasan mata di dalam kamus tersebut, kita bisa mengetahui makna mata di dalam bahasa Indonesia beserta sub lemanya dengan sangat jelas.

B. Tesaurus

Jika kamus berfokus pada satu kata memiliki makna apa saja dan sub lemanya, pada tesaurus berfokus pada sinonim dari kata tersebut. Beberapa tesaurus bahkan menambahkan antonim kata. Ciri-ciri tesaurus adalah:

  1. Sumber referensi yang memuat informasi sebuah kata yang disusun berdasarkan abjad (A-Z) atau berdasarkan tema

  2. Informasi yang ada dalam tesaurus berupa kelas kata, makna, contoh penggunaan, dan sinonim/antonim dari kata tersebut

  3. Tesaurus juga memberi informasi perbedaan antar satu kata dengan kata yang lain

  4. Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa tesaurus membahas tentang arti suatu kata beserta sinonimnya sehingga penulis bisa memilih kata yang tepat untuk digunakan pada konteks tertentu. Sebuah tesaurus yang bagus tentu memberi informasi tambahan untuk membedakan masing-masing kata, misalnya mati bersinonim dengan meninggal, tewas, mangkat, gugur, dan lain sebagainya. Tesaurus akan memberi informasi misalnya “gugur” digunakan untuk pahlawan, lampu mati bukan lampu tewas, lampu meninggal, dan sebagainya. Jika kita melihat tesaurus Bahasa Indonesia yang diterbitkan Badan Bahasa tahun 2008, mereka hanya terdiri dari sinonim tanpa ada penjelasan dan contoh penggunaanya, sehingga akan membingungkan oleh pengguna. Bandingkan misalnya dengan tesaurus Merriam Webster dan Oxford yang memberi informasi kelas kata, makna, dan contoh penggunaanya.

Dari contoh di atas, kita bisa melihat makna “go” di dalam bahasa Inggris yang terbagi menjadi 2 kelas kata, yaitu sebagai noun dan sebagai verb. Sebagai noun, go memiliki tiga makna, yaitu 1."Percobaan" yang bersinonim dengan attempt, effort, try, shot, dan stab 2. "Kesempatan" yang bersinonim dengan opportunity, chance, turn, possibility, moment, occasion, break, start, window, dan 3. "Usaha" yang bersinonim dengan try, attempt, seek, struggle, strive, dsb. Dari contoh tesaurus oxford di atas, juga bisa kita lihat perbedaan antara “effort” dan “attempt”

Artikel Lainnya

이/가 dan 을/를 (Penanda Subjek dan Objek)
Poem atau Poetry: Apa Bedanya?
Landeskunde 1 - Essenzeiten in Deutschland (Waktu-waktu makan di Jerman)
Mood
Perbedaan Bahasa Wanita dan Pria
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi